Buku ‘Melawan Arus’ Akhirnya Terbit Juga…

Saya mengira proses cetak buku ini memakan waktu hingga 1 bulan, tapi ternyata diluar dugaan, buku ini selesai proses penerbitan hanya dalam waktu 10 hari!

Bagi teman-teman yang telah melakukan pemesanan pre-order, buku akan segera dipacking dan dikirim dalam 2-3 hari kedepan.
Just wait!

Kami masih membuka promo buku ini sampai 30 Juni 2016.
Beli 1 Diskon 10%
Beli 2 Diskon 25%
Beli 3 Diskon 30%
Beli 4-10 Diskon 35%
Beli 11-20 Diskon 40%
SMS/WA ke nomor 085733265655

Buku ‘MELAWAN ARUS’ Membedah Pemikiran Subkultur Punk Islam di Indonesia

SUBCHAOSZINE–Sudah lama kita menunggu-nunggu buku yang bisa menjelaskan bagaimana subkultur punk bisa berpadu dengan suatu Islam. Banyak yang protes dari kalangan punk yang menganggap bahwa tidak bisa punk dicampur-campur dengan agama namun tidak dapat menjawab fenomena kemunculan khrisna-core, christian-core, dan maraknya band punk yahudi. Sebaliknya, dari kalangan Islamis pun sebagiannya memprotes bahwa punk-Islam adalah bid’ah yang sepanjang sejarah belum pernah dicontohkan dalam syariat.

Buku ini menjawab keduanya! Bahkan buku ini bisa dibilang sebagai satu-satunya buku yang mampu menjelaskan bagaimana diskursus antara punk dan Islam di masyarakat. Baik secara ideologis maupun secara kultural.

Jika ditelinga kita sering mendengar bahwa Taqwacore di Amerika adalah representasi punk Islam yang sebenarnya. Maka dalam buku ini, Taqwacore dianggap hanya sebagai parodi anak-anak ABG blasteran timur-tengah yang galau dengan hidupnya lalu cari-cari sensasi dengan dalih menggabungkan punk dengan Islam.

Semuanya bisa dibaca disini!

Buku ini akan terbit dalam waktu dekat. InsyaAllah sebelum lebaran tahun 2016 ini. Bagi yang pesan secara pre-order, akan mendapatkan diskon yang cukup lumayan sebagaimana yang tertulis di poster pre-order dibawah ini.*[]

iklan melawan arus

Belum Diridhoi Ke Malaysia…

SUBCHAOSZINE–Sejak sebulan lebih yang lalu, saya dihubungi oleh seorang scenester dari Malaysia untuk diundang ke Shah Alam sebagai pembicara dalam sebuah event buatannya. Event itu berjudul “STAND STILL” yang berencana diadakan pada 16 April 2016 (besok sore), dan saya bertugas menyampaikan paparan tentang “Subkultur dan Agama”.

Seharusnya pagi ini saya sudah berada didalam pesawat Air Asia jadwal penerbangan paling pagi ke Kuala Lumpur. Namun saya batal terbang karena ada masalah dengan passpor saya.

Saya sudah beli tiket berangkat-pulang ke Kuala Lumpur sejak sebulan lalu. Uang itu murni dari Rayhan Ahmad, panitia STAND STILL yang mengundang saya sebagai pembicara disana. Sejujurnya saya sendiri sama sekali tidak tahu kalau masa berlaku passpor 5 tahun itu hanyalah bualan. Yang sebenarnya adalah 4,5 tahun saja. Passpor saya memang expired-nya tinggal 3 bulan lagi, tapi seharusnya sejak saya beli tiket pesawat, sistem pembeliannya seharusnya memberikan peringatan terhadap saya agar segera memperpanjang passpor.

Saya santai saja selama sebulan. Kemudian pada saat 2 minggu sebelum berangkat, saya mencoba melakukan web-check-in di website Airasia.com. Namun ditolak. Alasannya karena passpor saya dalam masa tenggang. Dalam notofikasinya, saya diminta untuk menghubungi kantor Airasia terdekat.

Seminggu sebelum keberangkatan, saya mendatangi counter Airasia di Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Saya tanyakan bagaimana solusi permasalahan saya ini. Petugas counter Airasia di TP1 (orangnya cowok, namanya lupa) dengan ngawurnya menjawab bahwa ini tidak masalah dan saya dianjurkan untuk check-in langsung di Bandara Juanda sejam sebelum keberangkatan. Padahal seharusnya nggak bisa! Tapi saya waktu itu belum tahu kalau ini nggak mungkin dilakukan. Sepulang dari counter AA di TP1 saya santai-santai.

Sehari sebelum keberangkatan, saya merasa risau. Sepertinya ini ada yang salah dengan ini. Akhirnya saya iseng browsing di internet, menemukan testimoni orang yang ditolak keberangkatannya karena passpor sudah masuk 6 bulan terakhir sebelum expired. Dia merasa sangat dirugikan karena masa berlaku passpor masih lama, dan tiket sudah dibelinya hangus.

Saya kaget membaca itu. Lalu saya telpon Airasia Jakarta, komplain tentang petugas Airasia di Surabaya yang membuat saya rugi tiket PP Surabaya-KL.

Akhirnya saya direkomendasi ke bandara Juanda. Menemui kantor imigrasi bandara. Alhamdulillah bandara juanda membolehkan saya berangkat ke Malaysia, toh hanya 3 hari dan tiket pulang sudah saya pegang. Namun itu belum bisa membuat saya tenang, karena bisa jadi imigrasi bandara di Kuala Lumpur yang menolak saya dan memulangkan saya kembali ke Indonesia. Kata petugas imigrasi bandara Juanda, harus dicoba dulu, nanti disana saat diinterogasi jelaskan bahwa kunjungan hanya 3 hari saja dan tiket pulang sudah dipegang.

Namun tadi pagi, ketika saya temui pihak pimpinan Airasia di Juanda, dikatakan bahwa dirinya sudah menghubungi supervisor imigrasi di Kuala Lumpur, dan saya tidak diperkenankan masuk Malaysia. Sampai passpor saya diperpanjang.

Akhirnya saya menghubungi pihak panitia, Rayhan Ahmad, yang sudah berkorban banyak biaya untuk perjalanan saya, menjelaskan semuanya dengan jujur. Alhamdulillah beliau memiliki hati yang besar sehingga bisa menerima kondisi saya ini.

Semua memang harus sama-sama ikhlas. Semua barang pesanan sudah dipacking, slide presentasi sudah dibuat, dan oleh-oleh sudah disiapkan. Tapi kita tidak tahu apa rencana Allah dibalik pembatalan saya ke Malaysia ini. Tapi yang pasti, tidak ada yang namanya takdir buruk. Takdir buruk itu hanya persepsi kita yang awam. Bagi Allah Swt semua takdir-Nya adalah kebaikan bagi hamba-Nya.

Saya mendoakan panitia STAND STILL diberikan pahala yang berlipat ganda atas niat dan pengorbanannya. Saya bertekad untuk suatu hari nanti diberi kesempatan ke Malaysia, saya akan membalas kebaikan-kebaikan mereka. InsyaAllah.*[]

Oleh: Aik

Sub Chaos ‘Zine di Kuala Lumpur Zine Fest (19 Desember 2015)

SUBCHAOSZINE–Selama ini Sub Chaos ‘Zine yang nggak terlalu banyak jadi perhatian kalangan scene punk di tanah air ternyata punya respon baik di negeri tetangga. Baru-baru ini, tanggal 19 Desember 2015, di Kuala Lumpur digelar KL ZINE FEST oleh beberapa scenester punk disana. Beberapa orang memang sudah pernah saya kenal. Namun seorang scenester disana, namanya Rayhan Ahmad, tiba-tiba menghubungi saya untuk meminta ijin menggandakan Sub Chaos Zine edisi 10 hingga 13 disana.

Niat penggandaan itu adalah untuk dijual saat zine fest. Saya senang, dan saya perbolehkan dia menggandakan zine itu semaunya tanpa royalti. Tapi dia malah memaksa akan memberi royalti dari setiap eksemplar yang dijualnya. Dia bilang Sub Chaos Zine akan dijual RM3, sedang harga fotokopinya hanya RM2. Keuntungan RM1 adalah milik pembuat zine. Dia memaksa saya untuk menerimanya jika ada yang laku.

Saya pikir kasihan juga kalau dia kirim uang itu ke Indonesia karena biayanya juga nggak murah. Padahal saya nggak dikasih royalti pun sudah senang banget kalau ada yang bersedia menjual Sub Chaos Zine di negeri muslim itu. Akhirnya saya menyuruhnya memasukkan uang itu ke yayasan infaq/sedekah/masjid di Malaysia saja. Saya tidak merasa berhak atas uang itu. Saya pikir seharusnya dialah yang paling berjasa atas penjualan zine itu disana.

Alhamdulillah, setelah acara Zine Fest berakhir, Rayhan menghubungi saya lagi dan melaporkan bahwa zine saya laku 28 biji (itu termasuk zine saya selain Sub Chaos Zine, namanya SA’I Zine). Wow! menurut saya ini awal yang baik!

Syukurlah zine itu bisa diterima di Malaysia. Kalau di Indonesia, pameran-pameran zine lebih didominasi oleh zine-zine sekuler yang kurang memberi ruang untuk zine-zine “relijius” semacam ini. Biasanya disini saya malah dituduh fasis. Padahal mereka yang nuduh itu justru yang biasa mempraktekkan fasisme tanpa mereka sadari. Bahkan mereka tidak bisa menjelaskan bagian mana dari zine saya yang mereka tuduh bermuatan fasisme.

Hehehe. Sudah ah lupakan. Yang penting saya sebagai muslim harus yakin bahwa kebenaran akan selalu menang pada akhirnya. Bismillah.*[]

12434393_1059717077393003_13978603_n

12431464_1059717167392994_1103028195_n

12273142_1039266392771405_614989789_n

Wawancara dengan Themfuck (ex-JERUJI) Terkait Keputusannya untuk Hijrah

jeruji aldonnySUBCHAOSZINE–Dulu sekitar tahun 98-an saya terkagum-kagum dengan beberapa band punk kota Bandung dalam Kompilasi BANDUNG’S BURNING Vol.1, salah satu diantaranya adalah JERUJI. Kemudian saya lebih terkagum lagi ketika full album JERUJI muncul, hingga musiknya jauh lebih matang ketika album kedua (Lawan) dirilis. Melihat foto-foto vokalisnya, Themfuck, dengan badan penuh tato, karakter vokal yang garang, rasanya sama sekali tidak bisa dipercaya kalau sejak awal tahun 2015 lalu dia memutuskan untuk meninggalkan JERUJI karena alasan yang sangat keren. Iya, jauh lebih keren dari apa yang sudah pernah dia lakukan ketika masih di JERUJI hingga membuat saya terkagum-kagum. Alasan apakah itu? Hijrah ke jalan Allah Swt, untuk bisa lebih totalitas dalam mendekatkan diri kepada-Nya.

Setelah tahu berita itu, saya berusaha mencari kontak dan akun sosial medianya. Dan akhirnya saya bisa berkomunikasi melalui FB dan Whatsapp hingga muncullah dialog ini. Mari kita simak bagaimana pengalaman hijrah laki-laki yang memiliki nama asli Aldonny ini bisa terjadi.

SC: Apakabar?

Aldonny: Baik insyaAlloh

SC: Kami mendengar tentang berita pengunduran diri kamu dari JERUJI beberapa hari lalu. Apa benar? Kami penasaran,.. bisa ceritakan bagaimana kronologis dan alasannya?ya betul sy sudah pensiun ngeband.

Aldonny: Selama masih bareng band beberapa tahun yang lalu saya sudah berhenti mengkonsumsi miras dan rokok, di tahun 2013 saya mulai mendatangi masjid-masjid untuk ikut kajian. Beberapa kali dateng ke majlis ta’lim (forum belajar ilmu agama-red) mulai ada perasaan nyaman di hati. Dampaknya saya jadi lebih sering berada di majelis dan di mesjid ketimbang latian band bersama teman-teman di band. Ketika manggung saya mulai gusar dan galau dan mulai bertanya-tanya apakah yang saya lakukan ini bersama band dibolehkan apa engga menurut syariat? Akhirnya saya memutuskan cuti dari band sambil mencari tahu boleh tidaknya bermain musik menurut syariat. Setelah setaun lebih saya bergelut dengan majlis ilmu, akhirnya jawabannya datang dan di awal 2015 saya memutuskan keluar dari band.

SC: Lalu bagaimana dengan respon teman-teman di band? Bisakah mereka memahami alasan kamu mengundurkan diri?

Aldonny: Respon pertama mereka terkejut tapi mereka mempersilahkan saya untuk cuti asal jangan keluar dari band. Kalaupun ada manggung, pakai additional vocal saja, karena saat itu rasa gusar itu terus menjadi-jadi. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar saja. Teman-teman di band masih melarang saya keluar dari band, tapi karena keputusan saya sudah bulat, akhirnya teman-teman pun merelakan kepergian saya dari band.

SC: Saya kenal JERUJI sudah sejak kompilasi BANDUNG BURNING Vol.1, dan menurut saya JERUJI tanpa Themfuck seperti kehilangan karakter aslinya. Pasti banyak fans JERUJI yang kecewa mendengar ini. Lalu apa pesan-pesan kamu buat mereka?

Aldonny: JERUJI adalah saya. Tapi semua bisa berubah. Saya lebih takut mati dalam keadaan bukan muslim. Selama ini saya telah jauh sama Alloh. Dan buat sahabatku semua, relakanlah saya untuk bertobat, relakanlah saya untuk menjadi manusia yang lebih baik, relakanlah saya untuk bisa bermanfaat bagi agama Islam, alam dan seisinya.

SC: Dulu saat masih di JERUJI, saya ingat betul ada beberapa lagu kalian yang isinya tentang mabok dan maki-makian. Ketika kamu sudah mulai tergerak untuk mendalami agama, bagaimana rasanya menyanyikan lagu-lagu itu ketika show?

Aldonny: Hidup menurut saya adalah gimana caranya untuk bisa menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, melakukan segala hal yang saya mau, termasuk mabok, mencari uang sebanyak-banyaknya, dan menjadi orang terkenal. Tapi itu DULU… SEKARANG hidup menurut saya adalah mengumpulkan amal sebanyak-banyaknya, sabar, bersyukur dan mencari ridho Alloh. Tidak ada lagi show buat saya heheheee…

SC: Kegiatan apa yang mulai kamu tekuni setelah nggak di JERUJI lagi?

Aldonny: Saya sekarang berdagang di bisnis kuliner bakso ramen dengan nama “Baso Mastato”. Sekarang saya menjemput rezeki dan aktif sebagai pengiat di gerakan dakwah “Taman Hidayah” yang aktivitasnya berdakwah di taman-taman kota bandung, Fun Ta’lim di Masjid Istiqomah dan Shift Gerakan Pemuda Hijrah di Masjid Al-Lathiif Bandung.

SC: Mungkinkah suatu hari nanti ‘Themfuck’ main musik lagi dengan konsep band yang lebih “positive”? Ataukah memang sudah benar-benar berpisah dengan dunia musik sepenuhnya selamanya?

Aldonny: Untuk saat ini saya lebih memilih berpikir gimana caranya mengajak lebih banyak anak muda untuk datang ke Masjid dan berbagi nikmat bersama mereka ketika berada di majelis ilmu.

SC: Oh iya, bagaimana respon keluarga kamu  – seperti istri, orang tua, mertua, dll – mengenai perubahan yang kamu alami?

Aldonny: Mereka sangat senang dan menghargai segala perubahan yang saya ambil dan sekarang jadi bisa berada di majelis ilmu bersama keluarga.. Nikmat, Alhamdulillah.

SC: Menarik sekali ngobrol soal ini. Mungkin suatu hari nanti kita sambung lagi obrolannya. Makasih banyak sudah mau meluangkan waktu untuk kami.

Aldonny: Afwan akhi :) Jazakallah khairan kashiran (semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak-red). Barakallahu fiikum (keberkahan selalu atasmu-red).*[]

…………

Saya berkali-kali mendoakan semoga dia diberikan keistiqomahan oleh Allah Swt sampai akhir hayat nanti. Aamiin.

PUNKAJIAN, Cangkruk Sambil Ngobrolin Akhirat

SUBCHAOSZINE—Ngumpul-ngumpul, ngobrol, cerita-cerita tentang pengalaman dan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari memang mengasyikkan. Apalagi kalau obrolan kita positif, bermanfaat dan punya nilai pahala. Maka dari itu, Punk Muslim di Surabaya, Hijr Movement dan Muslim Hardcore Movement mengadakan acara PUNKAJIAN yang dikhususkan bagi para remaja, khususnya pecinta musik bising, dan penyuka isu-isu pemikiran.

Dalam PUNKAJIAN ini kita membahas banyak hal terkait dengan isu-isu disekitar kita yang berhubungan dengan subkultur, budaya dominan dan bagaimana Islam menyikapinya.

Ayo bagi kalian yang tinggal disekitar Surabaya, silakan merapat. Disini gratis gak mbayar! Setiap minggu jam 16:00 WIB, namun siapa pun yang ikut silakan mendaftar melalui SMS/WA terlebih dahulu di nomor ini –>085733265655.

See ya in the pit!

poster PUNKAJIAN_edit

 

NB: Pada PUNKAJIAN 1 Nopember 2015 nanti akan membahas tentang “ANTARA PUNK, ISLAM dan PUNK MUSLIM”.